sadana — dewi sri

SEJARAH SINGKAT PRAMUKA SMK NEGERI 1 MOJOSONGO

 

Ambalan PUTRA SMK Negeri 1 Mojosongo

Nama ambalan SADANA

No 10.99

Raden sadana seorang putra Prabu Srimahapunggung di negeri Medangkamulan, Ia seorang Dewa. Setelah Raden Sadana dewasa akan di kawinkan oleh Ramandanya, tetapi ia menolak. Penolakan ini menjadikan kemurkaan Ramandanya dan Raden Sadana diusir. Ditengah perjalanan Raden Sadana berubah sifatnya menjadi seekor burung layang-layang, karena kena sumpah Ramandanya. Burung itu terbang ke tanah Seberang dan dipanah, oleh seorang pendeta di Atasangin. Burung itu lalu menjadi Raden Sadana kembali, kemdian ia dikawinkan dengan anak pendeta itu yang bernam Dewi Laksmitawahini. Kemudian berputra seorang bernama Dewi Hartati. Raden Sadana menjadi seorang Dewa pula yang bernama Sang Hyang Sadana yaitu Dewa Sandang, bersatu keadaan dengan Dewi Sri membagi bahagia pada umat manusia.

Sadana

  1. Sadana adalah dewa sandang
  2. Warna dasar hijau artinya dedaunan yang subur atau alam yang subur
  3. Bentuk segi lima menunjukkan pancasila
  4. Bintang menunjukkan Ketuhanan YME
  5. 10 jilatan ap yaitu dasadarma
  6. 3 warna kuning yaitu tri satya
  7. Warna dasar coklat pada lingkaran api menyatakan kesuburan tanah
  8. 10.99 menyatakan nomor gudep PA

 

 

 

 

Ambalan PUTRI SMK Negeri 1 Mojosongo

Nama ambalan DEWI SRI

No 10.100

Dewi Shri atau Dewi Sri adalah dewi percocok tanaman, terutama padi dan sawah di pulau Jawa dan Bali. Ia memiliki pengaruh didunia bawah tanah dan terhadap bulan. Ia juga dapat mengontrol bahan makanan dibumi dan kematian. Karena ia merupakan symbol bagi padi, ia juga dipandang sebagai ibu kehidupan. Sebagai tokoh yang sangat diagung-agungkan, ia memiliki berbagai versi cerita, kebanyakan melibatkan Dewi Sri (Dewi Asri, Nyi Pohaci) dan saudara laki-lakinya Sedana (Sadhana atau Sadono), dengan latar belakang Kerajaan Medang Kamulan, atau Khayangan (dengan keterlibatan dewa-dewa seperti Batara Guru), atau kedua-duanya. Di beberapa versi, Dewi Sri dihubungkan dengan ular sawah sedangkan Sadhana dengan burung seriti. Orang Jawa Tradisional memiliki tempat khusus ditengah rumah mereka untuk Dewi Sri agar mendapatkan kemakmuran yang dihiasi dengan ukiran ular. Dimasyarakat pertanian, ular yang masuk kedalam rumah tidak diusir karena ia meramalkan panen yang berhasil, sehingga malah diberi sajen.

Dewi Sri

  1. Dewi Sri adalah Dewi Pangan atau Dewi Padi
  2. Warna dasar merah artinya keberanian
  3. Bentuk segi lima menunjukkan pancasila
  4. Bintang menunjukkan Ketuhanan YME
  5. 10 jilatan ap yaitu dasadarma
  6. 3 warna kuning yaitu tri satya
  7. Warna dasar coklat pada lingkaran api menyatakan kesuburan tanah
  8. 10.100 menyatakan nomor gudep PI

 

 

by : Bang. Jho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s